Google, sang penguasa awan (internet maksudnya) memang terkenal dengan inovasi - inovasinya. mulai dari yang menggebrak seperti Page Rank, hingga yang agak nyleneh! seperti judul dari artikel ini. bagaimana tidak nyleneh? buat apa repot - repot membuat jalur peta dan GPS khusus pengguna sepeda. OK! ini memang inovasi, tapi apakah khalayak banyak dapat memanfaatkannya? oh iya! layanan ini memang ditujukan bagi para pengguna sepeda. tapi apakah nanti akan benar - benar bermanfaat bagi mereka?


Googlemaps.jpg


menurut Google, layanan bike maps lebih ditujukan kepada turis yang mengendarai sepeda saat mereka berwisata. selain agar mereka tidak tersesat, para turis juga diharapkan lebih terjaga keamanannya karena Google bike maps juga memberikan informasi seputar lalu lintas


tapi harian "The New York Post" malah mencemooh layanan terbaru dari Google tersebut. "helm saja tak akan cukup untuk melindungi para pengguna sepeda dari 'fitur terbaru" Google maps". dan masih menurut "the New York Post" bahwa Google maps "penuh dengan kesalahan-kesalahan fatal potensial, termasuk rute yang melintasi Central Park's langsung melintang jalan dan mengarahkan pengendara sepeda melalui truk-penuh muatan berat".


pernyataan tersebut dilontarkan setelah beberapa wartawan dari "The New York Post" mencoba layanan Google bike maps tersebut. mereka mencatat banyak sekali rute yang salah atau menempatkan jalan raya yang penuh dengan taksi ngebut dan truk muatan berat pada zona yang dianggap aman. loh?...


dan kesalahan yang paling fatal adalah menempatkan pengadara sepeda pada jalur dan arah yang berlawanan dengan lalu lintas George Washington Bridge dan beberapa jalur lalu lintas berbahaya di sekitarnya. aduh...


Seorang juru bicara Google mengakui kepada surat kabar bahwa peta tidak sempurna dan mengatakan perusahaan, yang beroperasi dari kampus yang rindang di Mountain View, California, bekerja untuk meningkatkan pengetahuan tentang kota "Gotham."



Google memperkenalkan layanan baru, sebuah add-on untuk Google Maps, dengan sebuah posting blog Rabu dari manajer produk Shannon Guymon. Tanpa sedikit ironi, Guymon mengatakan Google tidak ingin menggelar layanan hingga sempurna.


"Tim saya telah membuat tab pada semua dukungan publik untuk masuk bersepeda ke arah yang sudah mantap," Guymon menulis. "Tapi kita tahu bahwa ketika kita menambahkan fitur ini, kami ingin melakukannya dengan benar," kata Guymon.



tim Guymon , tampaknya, perlu mempelajari lebih lanjut tentang apa yang diperlukan untuk sampai ke Carnegie Hall: latihan, latihan, latihan.


sungguh menggelikan memang melihat bagaimana sebuah raksasa internet berusaha menyediakan layanan yang seharusnya disediakan oleh jasa marga. dan yang tak kalah uniknya, betapa kritisnya masyarakat Amerika terhadap segala sesuatu hal, yang padahal menurut saya tidak begitu penting. bukankah sekarang jamannya mobil dan motor? kenapa ribut - ribut soal peta buat sepeda?.


seperti yang telah disebutkan di atas. Amerika berusaha memberikan sambutan dan pelayanan yang hangat kepada para turis - turisnya. baik dari luar negeri ataupun lokal. dan "cacatnya" layanan Google bike maps tersebut di sorot karena bisa mempengaruhi keamanan dan kenyamanan turis yang menggunakannya dan terlalu percaya aka nama besar Google. bagi para turis yang tak mempunyai peranti GPS. Google maps adalah satu - satunya harapan mereka. bisa dibayangkan bila Google maps salah memberitahukan arah...


lalu bagaimana dengan Indonesia? sepertinya langkah Google dalam memberikan layanan bike maps pada para turis bisa ditiru. bukankah kita sangat butuh turis? dalam beberapa tahun ini Indonesia hanya terkenal dengan Bomnya saja. maaf bila saya berkata kasar, tapi ini kenyataan. coba tanyakan pada kawan anda yang berada di Eropa atau Amerika. apa yang mereka ketahui tentang Indonesia?


ok! sudah cukup soal keburukan Indonesia, bagaimana kalau pemerintah sedikit berinovasi untuk meningkatkan pariwisata Indonesia? seperti contohnya bila Google menyediakan jalur sepeda, kita sediakan jalur becak dan delman, YA! becak dan delman itu unik dan hanya ada di indonesia. seberapa sering orang Eropa dan Amerika melihat delman dan becak? bukankah keunikan itu bisa dijadikan produk andalan pariwisata Indonesia?


ya saya tahu bahwa ide saya terlalu konyol. tapi bukankah di luar negeri banyak festival, perayaan, upacara, dan hal - hal yang lebih konyol? dan saya peringatkan bagi anda semua. jangan lagi menunggu 'MALINGSIA' mencuri kebudayaan kita lagi. jadi mulai sekarang. ajari tukang becak dan delman bahasa inggris, lalu siapkan jalur peta khusus becak dan delman dan terbitkan di Google maps dengan judul, BECAK MAPS...

Diposting oleh surya nugraha Jumat, 12 Maret 2010

Subscribe here