Situs SDFan masih belum 100% tapi kuputuskan untuk mempublikasikannya, tak kusangka Google site yang kata orang bule mudah, tapi malah bikin pusing, soalnya hasilnya tak sesuai dengan yang diharapkan, dan kustomisasinya RIBET! Soalnya pake Google Script (aku belom bisa) :(

Inilah yang aku anggap anomali dari Google sites, dimana Blogger menyediakan kustomisasi penuh dan beragam fitur, google sites malah minim dua hal di atas, memang untuk pengguna awam Google sites sangat membantu, apalagi dengan fitur WYSIWYG, membuat halaman web jadi semudah membuat dokumen Word/Powerpoint

Masalahnya aku mau memakai layout dan script pribadi, tapi ditolak oleh Google sites :( , memang di luar banyak tutorialnya tapi rata-rata pakai Google script. Ngelu ndasku

Jadi sementara seperti ini dulu, sekalian jalan nanti aku edit lagi :)

Kemarin juga iseng-iseng mainan COUCH CMS, walaupun bingung di awal tapi asik, sayang belom ada komputer sendiri, dan belom pernah hosting. Aku lihat konsep CMS memang bagus, ke depan situs dan blog ini aku pindah ke CMS saja :)

Opsi lain blog ini aku revisi lagi, sebenarnya sudah ada revisi kecil-kecilan, artikel-artikel hacking, ebook, dan warez aku hapus, soalnya aku gak sreg dengan hal-hal yang berbau bajakan atau ilegal. Jenis artikel nanti aku batasi jadi empat saja, yaitu :
- OPINI, isinya tentang hal-hal pribadi dan tentang perkembangan blog ini
- ULASAN, seperti judulnya, isinya ulasan tentang software, hardware, tokoh, dan lain-lain
- TIPS & TRIK, sama seperti judulnya, isinya soal berbagai tips dan trik soal komputer
- UNDUHAN, isinya ebook dari artikel-artikel di blog ini, kalau software nanti cuma perpanjangan dari site resmi software tersebut, mungkin kalau ada kustomisasi akan ku share lewat Google Drive.

Untuk isi dari blog ini (opini,  ulasan, dan tips & trik) dari investigasi sendiri. Makanya nanti jangan heran kalau artikel aneh atau asing, aku tak mau copas dari sumber lain. Tapi kalau nanti ada artikel yang sama atau mirip dengan sumber lain silahkan hubungi lewat email.

Diposkan oleh surya nugraha Sabtu, 24 Mei 2014 0 komentar

LATAR BELAKANG

Sudah satu tahun ini aku bermain Gran Turismo 1,2, dan 4 (via emulator), rFactor, Torcs, dan Speed Dreams. Untuk Gran Turismo 1, dan 2 aku main untuk nostalgia sekaligus mencoba memainkan game balap dengan opsi perseneling manual dan kendali analog, hal yang selalu ingin aku lakukan sejak tahun 1999

Gran Turismo 4 aku mainkan karena rasa penasaranku untuk memainkan Gran Turismo yang terbaru, padahal Gran Turismo 6 sudah keluar waktu aku pertama memainkan GT4, bukannya puas aku malah masih penasaran ingin mencoba Gran turismo 5. Tapi apa daya harga Playstation 3 masih mahal, dan di rental PS3 cuma ada 4 judul game saja (3 judul bola, 1 judul fps)

Karena itu aku mencari alternatif untuk Gran turismo,  mulai dari rFactor, Shift 2, Driving Speed 2, Dolphinity racer, torcs, Speed Dreams, dan Auto Racing Club. Pilihanku jatuh ke Speed Dreams, karena kurasa inilah pilihan terbaik untuk saat ini. dan untuk game balap lainnya akan aku bahas di lain waktu.

Dan proyek baru yang ku posting sebelumnya adalah fans page untuk Speed Dreams, yang ku lihat masih jarang ada, dan biasanya lebih fokus ke modding atau developernya, bukan untuk user atau gamernya

Rencana aku pakai Google Sites, karena fans page ini hanyalah web statis dan update mungkin sesekali, sesuai dengan rilis dari game tersebut, layout aku pakai desain sendiri, aku bikin simple saja, gak serumit blog ini (pakai template, widget,dan script luar, setelah 4 tahun aku pusing mau mengubahnya ke tampilan yang lain)

bahasa yang dipakai nanti Bahasa Indonesia saja, sekalian mempromosikan game tersebut lebih luas lagi di sini. jadi, tunggu tanggal mainnya    :)

Diposkan oleh surya nugraha Selasa, 20 Mei 2014 0 komentar

Sorry lama tidak update, banyak kesibukan Dan lagi kekurangan ide (sampai 4 tahun!), tapi sekarang seperti punya banyak ide :)

Selama 1 tahun ini sedang asik main Gran Turismo (2 & 4) lewat emulator dan Speed dreams, dan kebetulan proyek yang baru ini adalah fans base dari Speed dreams

Apa itu Speed Dreams?

Keterangan selebihnya akan di lanjutkan besok, sudah malam nih! :)

Diposkan oleh surya nugraha Senin, 19 Mei 2014 0 komentar

akhirnya, setelah sekian lama bermimpi, kesampaian juga punya hp 3g. Walaupun bekas tapi puas rasanya karena keringat ini ada hasilnya. Tapi kagok juga browsing dari hp, kebiasaan pegang desktop yang serba lega, sekarang semuanya serba kecil-kecil.
Sekarang proyek ke depan mulai ada gambaran yang jelas, tunggu saja tanggal mainnya

Diposkan oleh surya nugraha Senin, 10 Januari 2011 0 komentar

up, dengan berat hati aku umumkan, bahwa blog ini memasuki masa "hibernate" sampai pada batas waktu yang tidak ditentukan, sebabnya? ya karena kesibukan sehari-hari, juga karena miskin ide, tapi tak menutup kemungkinanakan aktif kembali

masalahnya sekarang aku jarang punya waktu OL, dan ingin fokus ke kerjaan dulu, dan kebetulan kerjaan yang sekarang jauh sekali dari dunia cyber. jadi untuk kawan-kawan semua, aku hanya bisa mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas perhatian dan dukungannya selama ini...

Diposkan oleh surya nugraha Rabu, 08 Desember 2010 0 komentar

Sejarah telah bertutur: jangan main-main dengan massa yang berkerumun. Penguasa sekuat apa pun bisa ambrol bila melawan massa seperti itu. Gerakan people power di Filipina telah menghancurkan rezim Ferdinand Marcos. Gelombang unjuk rasa mahasiswa pada 1998 juga telah melengserkan Soeharto.

Itu dulu, Bung. Untuk menumbangkan penguasa, orang perlu berkumpul di satu tempat. Mereka berunjuk rasa bersama-sama meniru demo ala Lech Walesa atau Tragedi Tiananmen. Lalu menggabungkan energi kemarahan sehingga menghasilkan tuntutan yang meledak-ledak.

Sekarang orang tak perlu berkerumun di satu tempat untuk menggerakkan people power. Ini zaman web 2.0 (meminjam definisi Tim Tim O’Reilly) , Bung, era orang bisa menyuarakan pendapatnya dengan lantang . Facebook dan Twitter jauh merasuk ke relung-relung kantor, kampus, juga tempat-tempat nongkrong. Cukup teriakkan kepedihan bersama di Facebook, “jemaah fesbukiyah” akan mendukungnya spontan. Lihat saja gerakan mendukung dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Rianto dan Chandra M.

Hamzah. Hanya dalam hitungan hari, sekarang sudah terkumpul “kerumunan” yang terdiri atas lebih darisejuta pendukung.
Mereka sangat lantang dan juga galak. Gerakan mengenakan pita hitam atau baju hitam sebagai bentuk keprihatinan terhadap matinya keadilan hukum dan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan polisi serta kejaksaan sebagai contohnya. Dalam sekejap, gerakan mengenakan pita hitam menyebar ke mana-mana.

Padahal, dalam gerakan ini, tak ada yang disebut superinfluential people, seperti teori Malcolm Gladwell dalam bukunya, The Tipping Point. Dulu setiap perubahan selalu membutuhkan “orang berpengaruh”. Polandia butuh Lech Walesa. Gerakan reformasi 1998 di Indonesia butuh orang-orang seperti Amien Rais, Abdurrahman Wahid, Sri Sultan Hamengku Buwono, juga para orator mahasiswa, yang kini sudah duduk manis di kursi Dewan Perwakilan Rakyat.

Merek Hush Puppies, seperti kata Galdwell, pun butuh orang berpengaruh. Merek yang hampir mati itu tiba-tiba melejit–penjualannya terbukukan 5.000 persen–lantaran orang-orang penting tiba-tiba memakai sepatu Hush Puppies.
People power melawan ketidakadilan terhadap Bibit dan Chandra tidak membutuhkan superinfluential people. Mereka tak butuh koordinator lapangan atau orang-orang yang mencari donasi untuk membeli nasi bungkus. Saat orang merasakan “kepedihan yang sama”, orang pun berkerumun di Facebook dan Twitter serta situs jejaring sosial lainnya. Tak peduli siapa yang meneriakkannya. Siapa yang kenal dengan pembuat “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Rianto”, yakni Usman Yasin? Mungkin 99 persen pendukung gerakan ini dipastikan tak mengenalnya.

Dulu betapa repotnya mengumpulkan sejuta orang. Kini bisa terkumpul dengan beberapa klik komputer. Inilah People Power 2.0. Di Indonesia, setidaknya sudah dua kali people power model ini lahir dan menekan dengan kuat orang-orang yang berkuasa. Yang pertama, saat Prita Mulyasari, penulis e-mail yang dipenjarakan Rumah Sakit Omni Serpong. Yang kedua adalah gerakan dukungan terhadap KPK dan membuat Presiden Yudhoyono tergopoh-gopoh memanggil tokoh penting, membentuk Tim Pencari Fakta.

Kepolisian, kejaksaan–atau Presiden sekalipun–boleh menganggap remeh gerakan ini. Mereka mungkin akan bilang, “Ah, itu kan cuma di Facebook” atau “Ah, itu kan bukan gerakan kaum elite, bukan gerakan rakyat”. Tapi keadaan bisa berbalik. Perubahan memang selalu dipelopori dari kalangan kelas menengah, baru kemudian menetes ke masyarakat kelas bawah atau atas. Sekarang sudah terbukti, sejuta facebooker bisa menggoyang Yudhoyono, yang meraih dukungan dari 41 juta orang pada Pemilu 2009.

Bila masyarakat marah, People Power 2.0 akan terus bergulir, membesar bak bola salju. Seperti kata Mahfud Md., Ketua Mahkamah Konstitusi. “Kalau pemerintah tidak bisa memberi keadilan, rakyat akan mencari keadilan sendiri.”

sumber : http://blog.tempointeraktif.com/politik/people-powe-20/

Diposkan oleh surya nugraha Jumat, 23 April 2010 0 komentar

Kini rasanya sangat sulit bagi kita untuk melupakan kebiasaan browsing, chating ataupun sekedar mengambil atau mendownload e-mial dari sebuah server. Padahal dulu sebelum Internet ini menjamur dan merajalela disenatero jagad raya ini komputer yang kita gunakan sebatas untuk menghitung, menulis ataupun membuat desain untuk penerbitan dan juga untuk pekerjaan penelitian yang memberlukan alat bantu ini. Namun kini setelah Internet menggema kita seolah tidak lepas dari media komunikasi ini. Coba saja bayangkan surat yang yang kita tulis sekarang, maka selang beberapa menit bahkan detik jawabannya sudah dapat kita terima lagi. Begitu juga kalau kita berbelanja di mana saja dan kapan saja, maka barang yang kita butuhkan segera dikirim dalam waktu sikat.

Sejarah Internet Kita kembali ke masa lalu dan kita coba memahami apa sebenarnya Internet itu. Contoh sederhana beberapa komputer di suatu kantor yang dihubungkan dengan kabel sehingga satu sama lain dapat berbagi data, program, dan saling berkomunikasi dengan mudah dan cepat serta akurat. Dan dengan menghubungkan komputer Anda ke jaringan Internet maka komputer Anda sudah saling terhubung dengan komputer lain diseluruh dunia. Pada awalnya Internet hanya terdiri dari beberapa jaringan komputer kecil yang didirikan oleh Departemen Pertahanan Amerika ARPANET untuk tujuan riset, yakni sekitar tahun 1969. Pada tahun 1971 ARPANET baru terdiri dari lima belas titik jaringan (nodes) dengan 23 host (server induk), dan aplikasi yang canggih waktu itu adalah elektronik mail. Tahun 1973 ARPANET membentuk WAN yang terhubung dari Amerika ke jaringan di Norwegia dan Inggris. Tahun 1983 ARPANET baru terdiri dari 235 Host. Angka ini melonjak pada tahun 1989 hingga mencapai 100 ribu host. Tahun 1990 ARPANET berganti nama menjadi INTERNET. Pada ulang tahunnya yang ke-25 Internet sudah terdiri dari 2 juta lebih host dan meningkat menjadi 2 kali lipat pada tahun 1995 (4 juta host). Internet bukan lagi sekedar jaringan yang meliputi Amerika dan Eropa, tapi sudah meliputi seluruh bagian dunia, termasuk Indonesia. Internet ini kalau kita iratkan seperti jalan raya, ada jalan protokol, jalan bebas hambatan, ada pula jalan utama, jalan kecil hingga gang kecil yang ada disuatu peloksok desa. Maka Internet pun memiliki “jalur” utama. Jalur utama ini dalam Internet ini sering disebut dengan backbone. Dengan backbone ini akan terhubung banyak jaringan komputer diseluruh dunia baik jaringan LAN (Local Area Network) maupun jaringan WAN (Wide Area Network). Backbone Internet yang ada di Eropa dan Jepang terhubung ke Backbone yang ada di Amerika. Namun sayangnya di Indonesia belum ada backbone Internet, sehingga sebagian besar Internet Service Provider langsung menghubungkan jaringan mereka ke backbone di Amerika atau negara lain. Untuk saat ini para pengelola ISP sudah membuat IIX, Indonesia Internet Exchange, yang mempercepat akses antar ISP dan tidak perlu memutar terlebih dahulu ke negara lain. Backbone Internet di Amerika dapat mengantarkan data dengan kecepatan mencapai 50 megabyte per detik, artinya dapat memindahkan file yang berisi seluruh jilid Ensiklopedi Britanica dalam waktu tak lebih dari satu detik! Kecepatan ini akan ditingkatkan menjadi 2.5 Gbps (dengan istilah teknis OC-48). Sayangnya tidak semua jaringan terhubung ke Internet dengan kecepatan tersebut. ISP di Indonesia misalnya, paling tinggi terhubung dengan kecepatan 2 Mbps. Pada mulanya Backbone ini dipegang oleh Departemen Pertahanan Amerika, kemudian dipegang oleh National Science Foundation (NSF) dengan dukungan dana dari pemerintah Amerika. Saat ini infrastruktur diatur dan dibiayai oleh swasta, yakni perusahaan telekomunikasi Amerika MCI, Sprint, dan ANS/AOL. Bagaimana caranya mengetahui letak suatu komputer di Internet atau cara mengirim pesan ke suatu komputer di Internet? Kuncinya adalah dengan memberi alamat, atau kode seperti halnya nomor telepon. Dengan semakin banyaknya komputer di Internet, berarti semakin kompleks jaringan yang terbentuk. Untuk itu diperlukan pengaturan dalam hal pengalamatan (addressing). Addressing penting, misalnya, untuk pengiriman surat (email). Komputer server, dan router, harus tahu ke komputer mana email tersebut disampaikan supaya tidak nyasar. Begitu juga jika kita ingin mengakses informasi yang ada di gedung putih, misalnya, alamatnya harus jelas. Alamat yang sebenarnya di Internet menggunakan angka-angka dalam format biner, namun lebih sering ditulis dalam bentuk empat bagian angka, yang masing-masing bagian terdiri dari angka 0 hingga 255. Angka-angka ini disebut IP Address. Jadi suatu komputer di jaringan mungkin memiliki alamat atau IP Address 202.150.47.12 atau 30.212.187.0. Dengan adanya router dan peralatan lainnya sistem pengalamatan ini dapat menentukan posisi sebuah komputer dengan tepat. Namun bagi pengguna awam sistem pengalamatan ini tidak menyenangkan atau tidak informatif. Bagaimana mungkin kita dapat mengingat alamat dengan angka-angka untuk jutaan komputer? Sialan. Tapi jangan kuatir, sekarang alamat-alamat komputer tersebut ditulis dalam bentuk kata yang informatif yang disebut dengan Domain Name. Untuk komputer milik perusahaan IBM alamatnya adalah ibm.com, untuk server Microsoft namanya microsoft.com, dan sebagainya. Di Indonesia sendiri mempunyai nama yang berbeda-beda, misalnya republika.co.id, lipi.go.id, dan sebagainya. Sebenarnya alamat-alamat tersebut berupa IP Address yang diawali dengan nomor seperti yang telah dijelaskan diatas. Nanti komputer server yang disebut dengan DNS server menerjemahkan alamat-alamat tersebut ke dalam bentuk IP Address. Nah kita hanya menyenal dan memanggil cukup dengan nama-nama yang umum seperti http://www.republika.co.id, http://www.lipi.go.id

sumber : http://darmawanster.files.wordpress.com/2008/02/sejarah-internet.pdf

  

Diposkan oleh surya nugraha Rabu, 21 April 2010 0 komentar

Apakah Antivirus Kita Bekerja Dengan Baik Atau Tidak....?

biasanya anti virus yang kita gunakan bisa bekerja dengan tidak baik,tetapi ada juga yang bekerja sangat baik,jadi klo mau ngecek Anvir kalian bekerja dengan baik apa tidak.
Caranya adalah :

  1. Copy paste Code dibawah ini kedalam Notepad

    Code:
    X5O!P%@AP[4\PZX54(P^)7CC)7}$EICAR-STANDARD-ANTIVIRUS-TEST-FILE!$H+H*
  2. Teks harus dalam keadaan Horizontal, matikan system Word Wrap Di Notepad kamu
  3. Lalu Save As Notepad Tadi, Misalkan Nama Save As nya adalah anvirfribo.com itu adalah contohnya saja, nama bisa apa aja terserah kalian, yang penting ekstensionnya harus .com
  4. Beberapa Saat Setelah Kamu Save File Tersebut Ke Dalam Ekstension .com Maka Antivirus Akan Langsung Nge-Detect File Tersebut Sebagai Virus, Dan Bila AntiVirus Kamu Tidak Nge-Detect Apapun Artinya AntiVirus Kamu Harus Di Update Database Virusnya, atau Ganti AntiVirusnya Dengan Yang Lebih Tanggap.
Jangan Khawatir, File Yang Kalian Buat Tadi Aman Kok, Walaupun Kedetect Sebagai Virus Oleh AV, Text Code Yang Saya Kasih Diatas Adalah Standard Text yang Dipergunakan Oleh Para Developer Anti Virus Khususnya Oleh EICAR (European Institute for Computer Anti-virus Research).

Apa Itu EICAR?



Content
EICAR merupakan badan/organisasi yang konsen di bidang virus (Virologi), dan mereka menciptakan sebuah standarisasi terhadap antivirus.

Standarisasi ini dengan melihat reaksi antivirus ketika mendeteksi file yang dibuat oleh EICAR yaitu Teks File Tadi Yang Kita Buat.

dikutip dari http://www.indonesianhacker.com/showthread.php?t=2715
thanks to MISTERFRIBO

Diposkan oleh surya nugraha Senin, 05 April 2010 0 komentar

sebenarnya era game online sudah ada sejak tahun awal berdirinya internet, via MUD atau Multi User Dungeon, adalah generasi game online pertama yang berjalan di atas platform DOS, dulu permainan jenis MUD ini populer sekali di barat, karena waktu itu kekuatan PC yang masih payah dan belum popularnya WWW. walaupun kini popularitasnya sudah jauh memudar tapi tak ada salahnya untuk mempelajarinya.

game MUD yang paling populer saat ini adalah achaea, yang bisa dibilang World of Warcraft versi DOS, kita bisa memainkannya via telnet caranya

- klik tombol "startup" lalu "run"
- pada kolom "run" ketik "cmd"
- setelah masuk ke dalam DOS / command prompt isikan "telnet achaea.com 23", yang berarti kita melakukan koneksi "telnet" ke "achaea.com" lewat port 23 yang merupakan port standard telnet
- dan anda akan dibawa ke form registrasi achaea.com, ikuti saja instruksinya, dan anda pun sudah bisa bermain game online......
  


Diposkan oleh surya nugraha Sabtu, 03 April 2010 0 komentar

unix bisa dibilang salah satu operating system tertua, tapi masyarakat awam jarang mengetahuinya, malah ada yang menganggap bahwa OS itu hanya satu (yaitu m$ windows). nah! berikut saya memberi gambaran seperti apa unix itu, gambar ini adalah screen shot dari sdf lonestar unix. saya masih belum jelas sdf unix turunan dari OS mana. pada kesempatan yang lain saya akan membahas perintah  perintah yang terdapat di sdf lonestar unix dan menjelaskan fungsi - fungsinya

bila anda tertarik untuk belajar unix atau sdf lonestar, anda dapat mengunjungi situsnya di

http://sdf.lonestar.org





   

Diposkan oleh surya nugraha Rabu, 31 Maret 2010 0 komentar

Subscribe here